Rullin menyaksikan Rhaella terus mengayunkan senjatanya dengan putus asa. Setiap kali Rhaella menebas satu prajurit, maka raut wajah wanita itu akan semakin buruk, entah karena menahan sakit atau menahan kesedihan. “Hei, Nino. Kamu tidak mau menghentikan dia? Efek dari obat hanya berlangsung sementara, jika dia memakai sihir lebih lama, mungkin Yang Mulia akan lumpuh selama beberapa bulan ke depan.” Wajah Nino tampak pucat, merasa khawatir tapi juga tidak berdaya. “Walau aku ingin menghentikannya, aku tidak mampu! Dengan kekuatan sihir sebesar itu, aku akan tercabik-cabik saat mendekat.” Sedari awal, angin yang ada di sekeliling Rhaella membentuk sebuah pusaran yang kuat, mampu menebas siapapun yang berani mendekati wanita itu. Dalam kondisi begitu, jelas Nino tak akan mampu menahan kek

