“MAX, INI AKU! CEPAT KELUAR AKU MEMBUTUHKAN BANTUANMU!” Suara yang menggema terdengar di telinga Max hingga Hannah pun menyadarinya. “Siapa itu, Max?” Hannah bertanya karena Max tiba-tiba saja langsung berdiri dan melihat kembali ke arah jendela. “Itu adalah Anneth.” Max bergegas membuka jendela kamar Hannah dan melesat pergi. Karena Max yang tiba-tiba pergi, maka dari itu Hannah pun langsung ikut melompat membuntuti Max. Di tepi gunung Rainier yang gelap dan sepi. Hannah mulai merasakan aura yang berbeda dari tempat itu, terasa mencekam dan sangat padat akan hawa asing yang tak dikenali oleh Hannah. Max berhenti tepat di depan Hannah dan langsung menggandeng tangan wanita itu. “Jangan jauh dariku!” Max mencegah Hannah agar tidak berjalan lebih dulu dari dirinya. “Ada apa, Max?” ta

