Asal-usul Elias: Darah dari Timur yang Terlupakan

586 Kata
Elias tidak berasal dari Oxidia. Ia datang dari jauh—dari dunia yang bagi banyak vampire Eropa hanyalah legenda samar di peta tua. Ia dilahirkan kembali sebagai vampire di awal abad ke-17, di wilayah yang kini dikenal sebagai Asia Timur, di sebuah keluarga vampire kecil yang menyebut diri mereka Klan Shirogane. Mereka bukan keluarga kuat, bukan pula penguasa wilayah. Mereka adalah penjaga—penjaga sesuatu yang tidak lagi ingin diingat oleh dunia vampire. Klan Shirogane hidup tersembunyi di pegunungan, jauh dari kota manusia. Mereka menjaga gulungan-gulungan kuno yang ditulis bukan dengan tinta, melainkan dengan darah yang telah mengering—catatan tentang penyakit purba yang pernah hampir memusnahkan kaum vampire berjuta tahun lalu. Penyakit itu memiliki banyak nama dalam sejarah. Namun di Timur, ia disebut: Sanguis Vacuus — Darah yang Kehilangan Tujuan. Menurut legenda klan, virus itu bukan diciptakan oleh alam. Ia adalah kesalahan—sisa eksperimen kuno ketika vampire pertama mencoba melampaui kodrat mereka, mencoba hidup tanpa ketergantungan pada manusia atau alam. Virus itu gagal dimusnahkan sepenuhnya. Ia hanya ditidurkan. Kebangkitan yang Tidak Disengaja Berabad-abad kemudian, dunia berubah. Manusia menggali lebih dalam dari sebelumnya—terowongan kereta api, tambang, bunker militer. Pada akhir abad ke-19, sebuah proyek tambang besar di kaki pegunungan tempat klan Shirogane bersembunyi membuka segel batu yang tidak seharusnya disentuh. Segel itu adalah makam. Di sanalah sisa-sisa pengidap virus kuno dikubur—dipenggal, dibakar, dan dikurung jauh di bawah tanah, sebagaimana hukum purba mengharuskan. Elias adalah bagian dari tim kecil klannya yang dikirim untuk menutup kembali segel. Ia terlambat. Satu luka kecil di lengannya—goresan dari tulang yang telah terkontaminasi—cukup bagi virus itu untuk menemukan rumah baru. Hari-Hari Pertama Infeksi Awalnya, Elias hanya merasa lapar. Bukan lapar biasa—melainkan kehampaan. Darah manusia terasa pahit. Darah hewan membuat sel-selnya menolak hidup. Tubuhnya mulai memakan dirinya sendiri. Para tetua Shirogane tahu apa artinya itu. Mereka mengikat Elias. Mereka membaca ulang hukum kuno. Dan untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun, mereka harus menghadapi kenyataan yang mereka jaga agar tak pernah terulang. “Jika ia kehilangan akal sehat,” kata tetua mereka, “kita harus memenggal kepalanya sebelum matahari terbit.” Elias mendengar semuanya. Namun akal sehatnya belum pergi. Belum. Ia melarikan diri pada malam sebelum eksekusi—bukan untuk menyelamatkan diri, melainkan untuk mencari jawaban. Perjalanan Menuju Oxidia Elias mengembara selama puluhan tahun. Ia berpindah dari satu klan ke klan lain—Asia, Timur Tengah, Eropa Timur. Di mana pun ia singgah, ia menemukan pola yang sama: vampire mulai sakit. Kasus kecil. Diabaikan. Disembunyikan. Virus itu menyebar pelan. Senyap. Cerdas. Elias belajar mengendalikan rasa laparnya dengan darah vampire yang diberikan secara sukarela—sebuah dosa kecil dibanding p*********n. Namun ia tahu, itu hanya menunda kegilaan. Ia membutuhkan dua hal: 1. Keluarga yang cukup kuat untuk menghadapi kebenaran 2. Seseorang yang mampu melihat virus itu hingga ke tingkat paling dasar Nama Oxidia muncul berulang kali dalam catatan dan bisikan. Keluarga dengan dokter jenius. Keluarga dengan peramal masa depan. Keluarga yang masih cukup sombong untuk percaya mereka bisa menang. Elias berjalan menuju mereka—bukan sebagai musuh, bukan sebagai pembawa perang. Melainkan sebagai lonceng kematian yang datang lebih awal. Mengapa Elias Tidak Memilih Kematian Di aula Oxidia, ketika ia berdiri dengan tubuh yang perlahan rusak, Elias tidak meminta disembuhkan. Ia hanya berkata: “Aku tidak datang untuk hidup lebih lama. Aku datang agar dunia vampire tidak mati bersamaku.” Dan jauh di dalam penglihatan Melisa, satu kebenaran mulai terbentuk— Elias bukan awal dari wabah ini. Ia hanyalah yang pertama cukup sadar untuk memperingatkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN