Sontak semua mata tertuju pada sumber suara. Seorang wanita paruh baya memakai dres panjang selutut dengan rambut disanggul ke atas. Make up tipis yang membuatnya masih saja terlihat cantik di usianya yang senja. Berjalan melewati para bodyguard Stefany sembari tatapan menusuk. “Kau sentuh, hidupmu hancur.” Seolah dari sudut matanya dia bisa mengancam orang. Sontak orang bertubuh kekar itu berhenti tanpa berani melakukan perlawanan apa pun. Siapa yang akan nekat melawan bos besar pemilik Gautama grup yang sangat disegani oleh siapa pun. “Tante Wiega?” gumam Stefany gelisah. “Kenapa dia bisa ada di sini? Semoga saja dia tidak berpikir yang macam-macam padaku.” Paruh baya itu mengalihkan pandang ke arah Stefany. Walaupun tatapannya hanya ke satu arah namun, semua yang ada ikut terbius

