Greyson mengerang dalam lelapnya, merasa tak nyaman akan pergerakan kecil yang Axel lakukan. Menyebalkan memang, kekasihnya itu, entahlah. Namun yang pasti benar-benar mengganggu pagi Greyson. Kelopak matanya mengerjap--menyerah dan lebih memilih untuk melihat apa yang dilakukan Axel. Menguap sebentar, "Ini masih terlalu petang Axel. Aku mengantuk, sungguh." "Tidurlah!" Ketusnya. "Tak bisa dipercaya." Dengus Greyson dengan mata mendelik, "Aku sakit hati sekarang karena kekasihku lebih senang bersama wanita lain." Sindirnya. "Itu karena dia lebih mengerti aku Tuan Egois." "Baiklah baik aku mengalah. Kau ingin apa, hmm?" Axel terdiam dengan wajah sendunya. Jika bisa Axel katakan, dirinya bahkan tak tahu apa yang menjadi keinginannya. Hanya saja melihat wajah tampan Greyson letupan emosi

