BAB 57 (END)

1217 Kata

"Aku melepasnya untuk menjemputnya kembali," tutur Justin tenang meski guratan sesal juga sakit berdominan. "b******n gila!" "Kau benar. Baiklah kita lihat. Kita akan menunggu sampai kapan. Mungkin besok atau tengah malam nanti. Semuanya tergantung bagaimana aku bertindak," kekeh Justin menyeringai. Jika sudah seringaian yang bercokol takkan mampu membuat siapapun berkutik sekalipun seekor nyamuk. Karena itu pertanda pesan terakhir amarah Sang Penguasa. "Aku sudah meminta beberapa orang mengawasi..." "Batalkan! Perintahkan mereka mundur. Ini wilayahku jangan memasuki area terlarang yang aku beri batas. John, kau tahu aku." **** Pagi ini, meski sinar mentari belum sepenuhnya menyembul namun satu hal yang pasti; berbeda. Hanya itu yang Justin rasakan. Terpaan angin pagi musim panas s

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN