"Aku udah bilang, kita nikah bukan karena saling cinta. Tapi, aku hanya membantumu selamat dari rasa malu karena kakakku yang menikung calon istrimu. Jadi, tolong … tolong … banget. Jangan minta aku untuk menjadi istri yang baik. Kita berteman saja, ya!" pinta Sherena dengan nada suara yang lembut dan pelan. Tidak seperti biasanya saat ia beradu argumen dengan sang suami. Abdi yang sedari tadi lelah beradu argumen dengan Sherena mengangguk. "Akupun tidak akan pernah memintamu untuk menjadi istri yang baik. Karena aku yakin kamu tidak akan pernah bisa dan aku juga sadar pernikahan kita hanyalah formalitas semata. Lagipula, aku tidak yakin kamu bisa menjadi seorang istri, karena kamu saja tidak pernah ingat kalau sudah memiliki suami," sindir Abdi. Menyipitkan matanya, mengintimidasi Shere
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


