Melepaskan

1438 Kata

Hafidz melepas dekapannya, dan menghapus jejak air mata, lalu tersenyum lembut menatap wanita yang ada di hadapannya. "Kau tau, aku menjadi cengeng karnamu," ucapnya sambil terkekeh. Niswah ikut tertawa, tapi air matanya tetap mengalir, entah apa yang ia rasakan antara senang juga sedih, senang karena melihat lelaki yang ada di hadapannya sudah semangat lagi, namun sedih melihat akan adanya perpisahan dan kesakitan di hari berikutnya. "Kenapa menangis?" tanya Hafidz. "Ada banyak alasan mengapa Niswah menangis, Mas, Mas sendiri tau alasan itu. Tapi sekarang Niswah senang, melihat Mas kembali ceria, bisa janji ke Niswah Mas tetap menjalin silaturahmi sama Niswah?" Hafidz mengangguk lalu tersenyum. Ia bahagia sangat bahagia, mungkin ini jalan mereka menemukan bahagia masing-masing denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN