"Apa, hamil? Gak mungkin!" lontar Dara yang baru saja bangun tidur dan mendengar apa yang dikatakan Demian padanya. Dara spontan menarik tatapannya ke Nara yang masih tertidur di tempat tidur yang berbeda dengannya. "Itu kenyataannya," jawab Demian sembari duduk dis sofa dengan gadgetnya. "Mulai sekarang jangan aneh-aneh tingkahnya, duduk diam aja di rumah." Dara merengek kesal. "Udah sembilan bulan lebih di rumah aja, sekarang waktunya bisa bebas, malah harus di rumah lagi setengah tahun lebih ke depan. Gimana sih!" Demian mau tertawa saat itu, namun dengan cepat dia tahan karena tak ingin Dara marah padanya. Demian malah berpura-pura bermain handphone saat Dara masih merengek kesal di tempat tidur. "Ini gara-gara kamu!" tuduh Dara. "Lha, kok aku?" Demian melotot ke Dara. Dia tampa

