AZAS MANFAAT

1726 Kata

Demian duduk di dalam mobil bersama Deva. Tak ingin didengar siapa pun, terutama Dara, Demian langsung mengajak Deva berbicara berdua dengannya. Deva yang sejak tadi menunduk, sesaat melirik ke Demian yang duduk di sampingnya. Demian masih saja diam dengan posisi yang sama. Duduk dengan tatapan tajam ke depan, dan kaki kanan tersilang di atas kaki kirinya. Dari gestur tubuh, Demian tampak santai. Namun tidak dengan ekspresi apa lagi sorotan matanya yang tajam. Seakan sedang menyimpan dendam untuk Deva yang kembali menunduk. "Apa ada izin dari saya buat ke sini?" tanya Demian masih dengan nada suara rendah namun terasa menakutkan untuk Deva yang kala itu, sadar bahwa dirinya bersalah. "Gak ada, Tuan Muda." "Apa sekarang jamnya pulang kantor, Deva?" tanya Demian lagi. "Gak, Tuan Mud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN