Enam puluh

1534 Kata

Abi pulang dengan tangan hampa dan hatinya yang kacau balau. Tadi saat Krisna mencoba menghubungi nomor Naga yang diberikan Ari, hasilnya sama saja dengan saat Abi menghubungi Nawang. Tidak aktif. Seakan mereka memang sengaja menghilang dari dunia dan tidak membiarkan siapapun untuk menemukan mereka. Abi yang biasanya bisa tenang dan mengendalikan diri pun jadi kualahan dengan segala pikiran buruk yang menyergap otaknya tanpa henti. Berbagai praduga menghantam nya di waktu yang bersamaan, membuat kepalanya terasa berputar-putar. Bahkan saat Novita menyambutnya dengan senyum lebar seperti biasa, Abi merasa berdosa saat tidak bisa membalas senyum itu dan malah sangat ingin menangis, mengadukan segala kerisauan nya. Tampaknya, feeling seorang Ibu sudah tumbuh dengan baik di diri Novita.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN