Bara yang sedari tadi bersusah payah menahan tangisnya, akhirnya pecah juga saat ia memeluk Abi dan mendengar Abi yang terisak dengan pelan. "Abi senang liat Papi senang," lirih Abi. Bara mengurai pelukannya dan menghapus air mata di wajah anak semata wayangnya itu. "Tapi Papi engga suka liat Abi nangis," balas Bara. Abi tertawa kecil dan mengusap pipinya sendiri. "Abi nangis karena terlalu bahagia, akhirnya Papi engga jomblo lagi," seloroh Abi. Bara tertawa, juga Novita dan Nawang yang tadi ikut menangis pun kini tertawa kecil. "Papi engga akan tidur sendirian lagi, BI," ujar Bara dengan senyum m***m di wajahnya. Abi tertawa keras saat tiba-tiba Wati muncul dan menggetok kepala Bara pelan. "Wong ini lagi pada terharu kok kamu malah ngomong m***m!" omelnya. Bara menyengir sambil

