EPILOG

1018 Kata

Suasana rumah menjadi berbeda saat anggota keluarga telah berkumpul meski tidak lengkap. Di antara kebahagiaan mereka terselip rasa rindu untuk ibunda tercinta. "Kak Jo, berapa kali gue bilang, jangan makan snack gue!" Ify berkacak pinggang sambil menatap Alvin tajam. "Dikit, Lyss!" Alvin nyengir, memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi. "Dikit sampai sampahnya satu plastik penuh?" Ify mendelik sambil melihat bungkus snack favoritnya yang sudah di masukkan ke dalam plastik sampah. Alvin terkekeh sambil menggaruk belakang kepalanya, tanda ia sedang salah tingkah. Bagaimana mungkin ia terintimidasi dengan tatapan adiknya? "Setan beku! Jangan ambil es krim gue!" Kali ini Ify kembali berteriak namun kepada orang yang berbeda. Seorang pemuda hitam manis tampak berdiri di depan kulkas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN