Anika menahan nafas. Mata Anika bertemu dengan mata Alvin sesaat hingga perhatian Anika kembali ditarik ke dunia nyata oleh anak buahnya yang kembali memanggil dirinya. "Mbak Nika," Anika menoleh memutus pandangannya yang bertaut dengan Alvin kemudian menoleh ke sumber suara. "Ya Kadek?" tanya Anika sambil mendekati Kadek. "Mbak, ada telepon dari Pak Angkasa," ucap Kadek sambil memegang gagang telepon. Anika mengambil gagang telepon dan mengarahkan gagang telepon ke telinganya. "Ya Hallo Mas," sapa Anika mengawali percakapannya dengan Angkasa. "Hp kamu nggak dibawa? Mas teleponin nggak diangkat-angkat. Kamu sampe closing atau mau Mas jemput nanti sore?” tanya Angkasa mengawali percakapan mereka. Anika berfikir sejenak. “Iya lupa Mas ada di kantor. Ika sampe closing Mas. Hari ini ja

