Alvin memandang tajam Anika yang kini bersama dengan Dion. Kumala sungguh yakin kalau Alvin kini memancarkan kebencian dari kedua matanya pada dua orang yang sudah ia tumbalkan demi mendapatkan Alvin. Peduli setan dengan mereka dan nasib mereka. Yang Kumala inginkan Cuma satu yaitu bersama Alvin. Kumala tersenyum puas memandang Alvin yang tersenyum sinis melihat interaksi Anika dan Dion yang duduk tidak jauh dari tempat mereka duduk kini. Kumala yang duduk di seberang Alvin sadar arah pandangan Alvin yang lurus menatap ke arah belakangnya. Kumala pun mencoba mengalihkan perhatian Alvin dengan menyentuh lengan Alvin dengan lembut. “Vin?” panggil Kumala dengan nada lembut. Alvin terkesiap kaget. “Sorry,” ucap Alvin sambil tersenyum tipis. Alvin sedari tadi focus memperhatikan Anika dan D

