Anika membawa kopernya menuruni tangga dengan langkah berat. Setiap langkah yang Anika ambil sekan mengurangi pasokan udara yang Anika bisa hirup untuk mengisi paru-parunya. Anika pikir setelah hubungannya dan Alvin membaik dan keduanya memutuskan untuk menjalani rumah tangga bersama bayang-bayang rumah tangganya akan berakhir hilang sudah namun kenyataannya Anika kini tetap harus melangkahkan kaki keluar dari rumah ini beserta barang-barang miliknya. Anika hanya membawa barang-barang miliknya. Tidak sepeser pun uang Alvin ia bawa Anika meninggalkan kartu pemberian Alvin di laci meja kerja Alvin. Anika merasa tidak perlu membawa barang-barang yang Alvin berikan padanya karena setiap barang pemberian Alvin hanya meninggalkan jejak memori pada ingatannya. Anika tidak ingin membuat perasaann

