William menatap Alvin sejenak. Wiliam membaca tulisan di layar HP Alvin dengan wajah kaget. William menatap Alvin lagi kemudian menghela nafas panjang. "Selesaikan dengan baik. Ayah tunggu laporan proyeknya segera," Alvin mengangguk pelan dan membiarkan William pergi dari ruangan kerja meninggalkan dirinya seorang diri. Alvin duduk sambilmenyentuh pipinya yang masih terasa panas. Tamparan yang William berikan untuknya masih terasa membekas dipipi Alvin namun Alvin yakin rasa panas di pipi yang ia rasakan sekarang tidak sebanding dengan rasa sakit yang ia torehkan pada Anika. Alvin mengusap wajahnya kasar. Alvin frustrasi dengan kondisinya saat ini. Tok.. Tok.. Tok.. Pintu ruang kerja diketuk dan refleks Alvin menjawab, "Masuk," Pintu ruang kerja terbuka dan masuklah asisten rumah tangg

