Bab. 51

1197 Kata

  Nayla terduduk lemas saat Smith mengatakan Utie telah meninggal dunia dan pemakamannya sudah selesai. Gadis itu menangis tapi tak bersuara. Dadanya terasa sakit sekali. “Sekarang, kita keluar dari sini dan membereskan rumah Bibi Utie,” kata Ben dingin. Ia tak peduli akan kesedihan Nayla dan tatapan penuh tanda tanya gadis itu. “Rumah Bibi Utie hancur berantakan, Nay. Entah siapa yang tega mengobrak-abrik semuanya. Saya pikir, pelakunya lebih dari satu dan mereka bukanlah perampok.” “Kalau saya tahu siapa pelakunya, akan saya habisi mereka,” timpal Ben gusar. “Bersiaplah, Nayla. Kita akan berangkat sekarang.” Nayla memikirkan kata-kata Smith saat berkemas. Rasanya tidak mungkin rumah Utie ada yang tega mengacaukannya. Lagipula, mana mungkin Utie punya musuh di desa itu. Tiba-tiba Nay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN