Bab. 31

1390 Kata

 “Uhuk, uhuk!” Nayla tersentak, dan mendorong tubuh Ben. Ia mendengar Utie terbatuk-batuk di kamar. “Dave, Bibi ... batuk-batuk.” Nayla menggigit bibir, menatap Ben malu. Ciuman tadi ... sangat lembut dan menggairahkan. Ben mengerang, ia menatap Nayla tajam. “Sialan!” rutuknya dalam hati. Kemesraan itu harus terhenti. “Uhuk, uhuk!” Lagi, Utie terbatuk-batuk, kali ini terdengar cukup keras, sampai Ben bergegas masuk ke rumah dan menerobos kamar Utie. “Bibi Utie,” panggil Ben, dilihatnya Utie sudah terduduk di ranjang sambil memegang gelas berisi air. “Tidak apa-apa, Ben. Bibi Cuma haus, tenggorokan terasa kering dan gatal,” jelas Utie, ia melempar senyum pada Ben. “Bibi dengar, kamu memarahi Nayla, ada apa?” tanya Utie, dilihatnya wajah Ben yang tertunduk. “Apa karena Satria? Satria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN