Noel datang beberapa jam sesampainya Ben di markas. Urusan di Serang ia serahkan pada Smith. Pria itu cukup bisa diandalkan meski pekerjaannya sebagai mata-mata tak sehebat Noel. Pria berkulit gelap itu terlihat semakin gagah dan ceria. Ben senang melihat Noel kembali. Noel banyak menceritakan keseruannya berbulan madu ke luar negeri selama sepekan ini. Ada alasan mengapa ia tidak bisa berlama-lama, menjadi suami wanita keturunan dari keluarga kaya raya bukan lah sesuatu yang menyenangkan, ia bukan pria penjilat senang menikmati kekayaan istri. Noel ingin kembali bekerja. “Aku butuh pekerjaan sekarang, oh ya ampun, kerja di sebuah perusahaan besar milik ayahnya Meiline itu beban. Aku lebih suka bekerja seperti pria berandalan.” Noel menarik rambutnya, ia duduk di kursi tak jauh da

