Bab. 36

1394 Kata

Tubuh itu menggelinjang, mencuatkan darah segar dengan kedua mata melotot. Ben melangkahi tubuh itu lalu meninggalkannya. “Kembalilah ke neraka!” Ben menatap wajah Aris untuk yang terakhir kali sebelum benar-benar meninggalkan mayatnya Ben menutup pintu ruangan itu, tanpa menguncinya. Ben tidak melihat siapa pun di rumah itu, selain pelayannya yang berdiri dengan tubuh gemetar di sudut ruangan. “Ja-jangan bunuh saya, jangan!” Wanita itu terbata, ujung matanya terus melirik ke arah ruangan di mana mayat Aris bersimbah darah. “Katakan,” kata Ben menatapnya tajam, “di mana Aris menyembunyikan Nayla. Gadis yang ia bawa sepulang dari kota Serang!” Wanita itu seketika mengingat gadis yang Aris kurung dalam kamar, ia sempat melihatnya sewaktu Aris menyuruh Nayla masuk kamar. Ia juga sempat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN