21

1284 Kata

Seorang pria dalam setelan jas hitam berdiri tegak di samping sebuah pohon rindang. Memandangi laki-laki berkemeja abu-abu yang sedang menziarahi sebuah makam bertahtakan mawar merah. Dengan lilin sebagai penerangan, ia dapat melihat cukup jelas apa yang dilakukan tuannya. Alex selalu menemani Alp mengunjungi Helen. Hembusan angin sedikit mengantarkan gelombang suara pada Alex. Samar-samar ia menangkap nama Xander, Gwen dan Georgino disebutkan. Sepertinya Alp sedang menceritakan ide brilian yang membuatnya terbebas dari rencana pertunangan. "Aku tidak akan pernah menikah jika bukan kau orangnya. Kau beruntung karena aku mencintaimu." Alp memperhatikan wajah cantik dengan bias terang sejak setengah jam yang lalu. Helen menyambutnya dengan gaun sutra putih dan rambut lurusnya yang digerai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN