35

1379 Kata

Maniknya yang tertutup seketika terbuka. Gwen menahan perasaan sakit ketika Xander memberikan malam pertama bukan sebagai hal yang membahagiakan. Melainkan penyiksaan. Ia tau bahwa Gwen menyimpan rasa pada sepupunya dan ia senang bahwa wanita ini akan mengalami penyiksaan lahir dan batin karena ia akan membuat hidup Gwen bagai di nerakan. Xander menggoyangkan pinggulnya naik turun. Menghujam kewanitaan Gwen secara kasar hingga bukan desahan yang keluar melainkan ringisan dan juga tangisan. ''Jika kau mencintai Alp. Seharusnya kau tidak bersedia aku tiduri waktu itu.'' Gwen terdiam bersama air mata yang berlinang. Tidak bisakah ia mengulang waktu dan kembali di hari itu? Di hari ia bertemu dengan Marvellio? Dalam batinnya ia menjerit sekuat tenaga. Mencari keberadaan Alp untuk membawan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN