"Aduh, Non Rhea, jangan." Wanita paruh baya itu segera mengambil alih spatula dari tangan Ranu. Membuat istri dari tuan mudanya yang tengah membuat nasi goreng terjeda. "Yah, Mbok, jangan diambil. Aku gorengnya pakai apa? Masa pakai tangan buat bolak-balikin nasinya?" Ranu mengeluh, selalu saja seperti ini setiap kali ia berada di dapur. Semua para asisten rumah tangga dikediaman keluarga Dewa tampak ketar-ketir, seolah yang hendak Ranu lakukan adalah meledakkan dapur ini. Astaga, Ranu hanya memasak! Bukan hendak ke arena pertempuran. Kenapa mereka harus seheboh itu? Bahkan, sewaktu awal Ranu berinisiatif membantu, mereka semua tampak berwajah pucat. Hanya karena dirinya memegang pisau. Hendak memotong bawang Bombay. Iya bawang, bukan jarinya sendiri. Tapi mereka langsung kelimpungan

