Segala macam u*****n Rhea teriakan. Dia benar-benar seperti orang yang tengah kesurupan, atau mungkin, seseorang yang sudah kehilangan kewarasannya. Melihat Dewa yang tergopoh-gopoh membopong tubuh Ranu yang bersimbah darah karena ulahnya. Membuat amarah Rhea kian meledak. Dia meracau, mengatakan pada Dewa jika wanita yang berada dalam gendongan pria itu bukan Rhea. Dia yang merupakan Rhea sebenarnya. Sayang, Dewa yang fokus pada keadaan Ranu seolah tak memedulikan apa pun yang Rhea teriakan. "Sudah! Cukup!" George yang masih menahan tubuh Rhea dengan memeluk wanita itu dari belakang segera melepaskan Rhea yang terus meronta-ronta, setelah tak lagi menangkap kehadiran Dewa yang sudah membawa Ranu pergi. "Otak lo pake, Rhe! Lo hampir aja bunuh kembaran lo sendiri!" Dengan napas memburu

