Seingatnya, Ranu baru saja terseret lelap. Tapi guncangan pada tubuh dan seseorang yang terus meneriakkan namanya dengan nada tak sabaran. Membuat gadis itu terusik dan bersusah payah membuka mata yang terasa sangat berat untuk terbuka. Dengan pandangan samar dan kesadaran yang belum kembali seutuhnya, Ranu menggeliat sembari menguap. "Astaga, Ranu. Ayo, bangun, cepat!" Setengah linglung, Ranu berusaha bangkit dari posisi berbaringnya menjadi duduk. Mengucek mata untuk memperjelas penglihatan yang masih setengah samar. Kemudian, ketika pandangannya kian lebih jelas, ia dapati seorang wanita yang memiliki wajah serupa dengannya, tengah bersedekap tangan. Memakai baju tidur berbahan satin dengan tali spaghetti dibahunya, Rhea menyugar rambut sebatas bahunya sembari mengela napas. Berusah

