"Lo gila?! Lo baru sembuh!" "Ck! Itu masih panjang." "Lo lebih peduli sama rokok yang masih panjang, daripada umur lo yang bisa aja nggak sampai panjang?" "Mulut gue pahit dijejali obat terus-terusan!" "Rhe, ngotak dikit, lah! Ya wajar lo harus minum obat kalau lo mau cepat sembuh." "Gue mau balik, ke Jakarta." George bungkam. Dia yang sebelumnya menggebu-gebu mengomeli Rhea yang bisa-bisanya merokok di tempat tidur pasien. Geram pada entah siapa yang sudah berani menyelundupkan barang itu pada Rhea. Seketika kehilangan kemampuan bicaranya. Saat keinginan wanita itu untuk pulang ke Jakarta tiba-tiba terlontar begitu saja. "L—lo, belum sembuh." Mendengkus, Rhea bersedekap tangan. "Gue udah nyaris sembuh seutuhnya." "Baru nyaris kan? Itu artinya, lo emang masih butuh perawatan hingg

