23

978 Kata

CHAPTER 23 Dua bulan berlalu, Kayla masih suka cemberut jika Rayhan menelpon Rivni, yang Kayla tau beberapa kali Rayhan menelpon dan itu bukan urusan pekerjaan Tadi malam, Rayhan menelpon Rivni memang karena ada pekerjaan. Kayla mendengarnya karena Kayla ada diruangan yang sama dengan Rayhan. Tapi, di ujung ujung percakapan ada beberapa kalimat yang itu sama sekali diluar masalah pekerjaan. Dan Kayla langsung menghentakan kakinya sebelum meninggalkan Rayhan diruangannya. Rayhan yang melihat itu segera menutup panggillanya dan menyusul Kayla ke kamarnya Segala bujukan Rayhan tak mempan bagi Kayla,sampai saat ini Rayhan masih di ambek ki oleh Kayla *** “Ada yang bisa saya bantu pak?” Tanya Rivni saat memasuki ruangan Rayhan. Tadi, Rayhan memanggilnya untuk dimintai bantuan. Entah bantu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN