Mikha menarik pasokan udaranya yang sejak tadi menghempit paru-parunya. “Maksud ku Tn. Deehan” ralat Mikha. Suara dentingan lift berbunyi, Nathania yang masih ingin membalas perkataan Mikha, namun Mikha yang sudah geram meninggalkan lift selagi Nathania yang masih memanggilnya untuk melanjutkan perdebatannya. Dengan wajah yang kesal dan merasa harga dirinya di rendahkan oleh Mikha karena di tinggal begitu saja di dalam lift selagi dia belum selesai dengan perbincangannya. Lift itu membawa Nathania menuju lantai ruangan Deehan berada. Setibanya di ruangan Deehan, seperti biasanya di mana Nathania yang berbeda dari staff Capitaland lainnya saat hendak masuk ke dalam ruangan Deehan yang mengetuk pintu terlebih dahulu. Deehan dan Theo yang terlihat sibuk membahas mengenai salah satu proje

