Chapter 18

3030 Kata

Bab 18 Si Cantik yang Baik Hati Sekitar pukul lima sore, Ranti diantar oleh anaknya dan Mario ke tempat tinggal Aulia. Mereka hanya berjalan kaki, karena jaraknya dari restoran mereka hanya sekitar 100 meter saja. Tidak lama kemudian mereka pun tiba. Mario langsung mengetuk pintu dan mengucapkan salam. “Waalaikum salam ….” Suara merdunya Aulia terdengar begitu pintu dibukanya. Fahri terpaku menatap seraut wajah sangat cantik, berkulit putih dan bertubuh langsing yang berdiri di hadapannya. “Astaga … ini manusia atau bidadari, ya? Gak kusangka adiknya Mario secantik ini,” pikir Fahri sambil garuk kepalanya yang gak gatal. “Aulia, ini temanku—Fahri dan ibunya yang akan tinggal bersamamu di sini.” Mario menyadarkan Fahri dari keterpakuannya. “Oh, silakan masuk, Bang, Bu.” Aulia membuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN