Chapter 20

1470 Kata

Part 21 Restu yang Melegakan “Aku mau bicara sebentar, Rio. Kita ke balkon, yuk?” ajak Fahri begitu ia dan Mario akan bersiap untuk istirahat tidur di lantai dua usai restoran tutup pukul sepuluh malam. “Sepertinya ada yang serius nih, biasanya gak pernah. Ayuk kalau begitu,” jawab Mario sambil duluan melangkah menuju balkon kecil yang terdapat di lantai dua ruko dua lantai tersebut. Kedua laki-laki sebaya itu kemudian duduk di kursi santai yang ada di balkon. Mario menyalakan sebatang rokok. Kakak Aulia yang wajahnya lebih tampan dari Fahri itu tidak menawarkan rokok kepada sahabatnya, karena Fahri memang tidak pernah merokok sejak dulu. Sejenak Fahri memperhatikan calon kakak iparnya yang sedang menikmati isapan rokoknya. Ia sudah tahu kebiasaan Mario saat merokok adalah membuat bul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN