Part 23 Pernikahan Impian Mario yang ikut lega karena tidak ada lagi penghalang bagi rencana pernikahan sang adik dengan sang sahabat, lalu berdiri dari duduknya. “Aku turun ke bawah dulu, ya? Gantiin Rino jaga kasir. Kalian lanjut dulu aja ngobrolnya. Barangkali ada yang mau dibahas buat persiapan pernikahan kalian,” ucap Mario seraya melangkah keluar balkon lantai dua tempat mereka membahas rencana pernikahan Aulia dan Fahri tadi. “Kak Mario,” panggil Aulia kepada kakaknya. Aulia melangkah ke dekat sang kakak, lalu memeluk kakak kandungnya itu dengan erat. “Terimakasih atas semuanya, ya, Kak.” Aulia berkata hampir berbisik di pelukan sang kakak. “Iya, Sayang. Semoga hanya kebahagiaan yang menghampirimu setelah ini.” Mario mengusap lembut kepala sang adik yang menempel di d**a bida

