“Dimana Elvin?” “Minggat!! dia muak sama laki bajingán model kayak elo.” sembur Meli tanpa sungkan seraya membusungkan dadanya seolah menantang Ervan. Iya, setelah mendapati informasi tentang kehamilan Elvin dari pihak rumah sakit, Ervan memutuskan kembali ke kediaman Elvin dengan harapan bisa menemui dan menanyakannya langsung pada perempuan pemilik hatinya itu. Sayang, ternyata bukan Elvin yang ia temui. Melainkan Meli yang sedang sibuk memasukkan koper-koper kecil milik Malika yang menyambutnya ketika Ervan menerobos masuk ke halaman rumah Elvin. “Aku serius Meli.” ucap Ervan dengan ekspresi memohon. “Terus? lo pikir gue bercanda gitu?” cebik Meli. “Mel, aku butuh ngomong berdua sama Elvin.” Ervan menahan lengan Meli saat perempuan itu mencoba menutup bagasi mobil. “Ngomong apa la

