45 | Lelah

1960 Kata

“Maafin aku mas.. maafin aku.” Bayangan wajah pucat Elvin yang terisak kencang kembali menyapa mata nanar Rega yang tengah menatap nyalang ke arah Ervan. Menggeram kesal, Rega mengendurkan cekalan tangannya di leher pria itu yang kian memerah. Kembali mendorong tubuh Ervan dengan keras, Rega lantas beranjak meninggalkan area ruang tengah setelah menendang guci kaca berukuran besar di samping pintu hingga pecah tak bersisa. "Elvin... Elvin gimana?" tanya Ervan dengan suara lirih. Rega sontak menghentikan langkah, demi melayangkan lirikan tajam pada pria pengacau ibu dari putrinya. "Siapkan tanah kuburanmu sendiri kalau masih berani menanyakan atau menemui Elvin." pungkas Rega lantas membanting pintu rumah Ervan. Berkendara dalam keadaan kalut, Rega memutuskan kembali ke rumah sakit unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN