"Kau masih tidak mau mengakuinya? untuk apa kau membelanya mati-matian?" Pagi ini Luke disidak oleh Papa dan adiknya. Dua anggota keluarganya itu kini tengah menatapnya tajam, menuntut penjelasan. "Papa ngomong apa sih? Aku nggak ngerti." "Tidak usah pura-pura polos, Luke." Lucas yang kini berbicara. Ia bergerak mendekat, meletakkan sebelah tangannya di bagian atas ranjang seraya memajukan tubuhnya hingga jaraknya dengan wajah Luke hanya berjarak beberapa cm. Luke menoleh hingga wajah mereka berhadapan, "Ngaku saja bila Isabella yang telah menembak kau 'kan?" Lucas menatapnya tajam dan menusuk namun Luke tidak takut sama sekali. Ia mendengus lalu mengalihkan pandangan ke arah yang berlawanan. "Bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Memangnya kau punya bukti? Aku bahkan tidak bertemu

