gara ciuman mereka kemarin malam. Raina bahkan sampai bermimpi aneh. Tante telepon, bilang kalau Bapak mau bertemu dengan kamu. Kata Rega, Bapak kembali dirawat di rumah sakit." Raina terdiam mendengarnya. Detak jantung yang tadi menggila karena tingkah Putra, mendadak sirna mendengar kata Bapak dan Rega. Putra yang menyadari itu, memilih kembali melanjutkan perkataannya. "Saya hanya menyampaikan apa yang tadi Tante katakan. Saya tidak akan memaksa kamu, Raina. Kalau memang kamu belum bisa bertemu dengan Bapak. Ya, tidak apa-apa. Nanti akan saya sampaikan kepada Tante." Raina diam, gadis itu memilih menunduk memandangi Caca yang sedang bermain dengan rambutnya. "Saya tidak tahu sebesar apa luka yang kamu simpan untuk Bapak kamu. Sebesar apa dendam yang kamu simpan untuk Bap

