HF [35]

1098 Kata

Sementara itu, Kenneth duduk gelisah di balik meja kerjanya. Telah sekian lama ia berusaha memusatkan pikirannya pada pekerjaan di hadapannya, tetapi tidak berhasil. Rasa kesal akibat kejadian kemarin belum juga berkurang dari hatinya. Dan, suasana hatinya semakin memburuk saat rasa bersalah pada iris Livansha dan lelaki yang menjadi asistennya—sang penakluk yang akan pergi darinya—sedang mulai merayapi hatinya. Kenneth Eldo Veransyah tak mengerti, bagaimana ia bisa membiarkan wanita yang menjadi sesuatu untuknya sendiri digondol orang juga ia justru malah mencium wanita lain, padahal semua orang ada di sampingnya? Kenneth pun menarik napas dalam-dalam, berusaha mengendalikan keresahannya dan kembali berkonsentrasi dengan tumpukan surat-surat yang datang hari ini. Membaca isinya, lantas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN