Chapter 2 : Suksesnya Misi Pertama

1408 Kata
Mobil yang Angel kendarai baru saja memasuki rumah Amanda. Dengan semangatnya, Angel berlari ke dalam namun langkahnya terhenti, karena ia berpaspasan dengan tante Ine mamanya Amanda. "Assalamu'alaikum Tante." sapa Angel sembari mencium tangan wanita paruh baya tersebut. "Wa'alaikumussalam. Dari mana ini? Bahagia banget wajahnya?" tanya Ine. Bukannya menjawab, Angel hanya tersenyum lebar. Lagian tak mungkin ia katakan pada tante Ine kalau dirinya baru saja melepas ciuman pertamanya dengan seorang dokter tampan. Bisa di gantung dirinya oleh Tante Ine. Tante Ine sudah seperti ibu kandung Angel sendiri. Karena memang kedua orang tua Angel sudah meninggalkan dirinya sejak berusia sepuluh tahun.  Dan mereka menghilang entah kemana. Untung saja ada Om Indra dan tante Mia, orang tua dari Iqbal sang sepupu tampan yang menjaganya. Om Indra dan tante Mia memberikan semua kebutuhan Angel, dan mereka berperan sangat baik untuk menjadi orang tua Angel. "Kok diam? Mau rahasia-rahasiaan ya sama tante?" tebak Ine sembari menggoda Angel. "Hehehe. Nggak tante.. Ini lagi sakit malahan Tan." jawab Angel dengan wajah dibuat meringis. "Astagfirullah. Kamu sakit apa nak?" "Diare tante. Hehhe." "Ih, kamu ini bikin tante panik aja. Udah ke dokter?" "Udah tante. Bahkan di sana ciuman Angel lenyap Tan." jawabnya. Tentu saja yang terakhir itu cukup di dalam hati. "Kamu juga udah makan?" tanya Ine. "Kalau yang itu belum Tan. Dari rumah sakit Angel langsung ke sini. Rencananya mau minta bikinin bubur sama Amanda..hehehe." ujar Angel sembari menggaruk tengkuknya yang sedikit gatal. "Oalaaah. Ya udah kamu masuk dulu ke kamar Manda. Biar tante yang bikinin ya." "Eh? Nggak apa-apa tante?" "Tante ini siapanya kamu? Mama kamu kan?" Angel hanya mengangguk pelan. "Ya udah kalau begitu,biar tante yang bikinin." ucap Ine lagi. Angel akhirnya mengangguk. Setelah Ine berlalu menuju dapur, Angel juga langsung berlari memasuki kamar Amanda dan mendapati sahabatnya itu tengah bergelung di dalam selimut tebalnya. "Eh buset, malah tidur ni bocah. WOOII bangun!!" teriak Angel sambil menggeplak p****t Amanda dari liar selimut. Amanda yang sedikit terusik, langsung menggeliat dan memutar badannya hingga menelentang. Tak perlu menebak siapa pelakunya, Manda sudah tahu itu. "Apaan sih lo Ngel! Main geplak aja." ujar Amanda kesal. "Lagian Lo. Gue minta buatin bubur malah ngedeplak di kamar." "Ngantuk gue Ngel." jawabnya. Amanda langsung duduk. "Ngantuk apanya? Lo jam berapa tidur semalam? Gue aja yang susah tidur gara-gara hukuman gila yang lo beri aja masih aman sampai sekarang, kecuali Diarenya." Angel langsung lesu mengingat betapa menderitanya dirinya saat bangun tidur tadi. Namun hanya sebentar, karena otaknya langsung mengingat kejadian ciuman singkat di ruang periksa. Membuat Angel mau tak mau langsung tersenyum seperti gadis bodoh. Amanda menyadari perubahan raut wajah Angel sang sahabat. Dengan kuat Amanda memukul lengan Angel hingga berbunyi cukup keras. "Awww! Sakit Amanda.!!" teriak Angel tertahan sambil mengusap lengannya yang terasa panas. "Itu balasan buat lo yang udah ganggu tidur gue. Lo mau ngapain ke sini?" Angel tampak berpikir sejenak. "Awalnya sih gue mau kasih kabar terbaru soal Mike pada Lo. Cuma kayaknya nggak jadi deh. Gue minta bubur aja nggak di ladenin." sungut Angel sedikit kesal. Amanda yang mendengar nama Mike di sebut langsung antusias sejadi-jadinya dan berusaha membujuk Angel dengan cara apapun, agar Angel mau bercerita. "Gue beliin apapun deh." ucap Amanda memohon. "Yakin ya?" Lagi-lagi Amanda mengangguk. "Hmmm, beliin gue coklat Silverquenn yang panjang satu kilo itu sepuluh buah." "WHAT? GILA AJA LO!!" pekik Amanda tak percaya. "Ya udah kalau nggak mau. Gue juga tinggal tutup rapat mulut gue..." Ancam Angel sembari menggerakkan tangannya mengunci bibir. Amanda menggerutu kesal. Ingin rasanya ia menjambak Angel saat itu juga. Satu helaan nafas keluar dari Amanda. "Ya udah deh. Cuma itu aja kan? Awas kalau nambah lagi." "Iya iya. Gue janji, cuma itu aja kok. Selebihnya aman." "Ya udah. Buruan cerita.." "Siniin dulu dompet lo..!" "Buat apaan?" "Beli Silverquenn..." Amanda melotot tak percaya dengan tingkah ajaib Angel. Bukannya sekarang gadis itu sedang diare. "Lo pesan sekarang?" "Yuupp!!" "Tapi lo kan lagi diare.." "Kan nggak harus makan sekarang. Nanti pas udah sembuh kan bisa..hehehe.." Sudahlah. Amanda akhirnya memilih pasrah. Angel memesan coklat tersebut lewat jalur online yang bisa di antar langsung saat itu juga. ***** Setelah menghabiskan bubur yang tadi Ine buatkan untuknya, Angel langsung di bombardir pertanyaan oleh Amanda. Seolah telinga gadis itu sudah gatal dan penasaran. "Pas tadi gue ke rumah sakit, lo tahu siapa dokter yang praktek?" Amanda menggeleng. "Dokter Mike. Ya Allaaahh, ganteng banget dia aslinya sungguh. Gue aja melting lihatnya.." ujar Angel dengan bersemangatnya. Tak kalah dengan Angel, Amanda juga sama hebohnya. Bahkan gadis itu sudah berteriak histeris. "Lo seriusan? Trus trus, apa yang terjadi?" Angel menggoda Amanda dengan kerlingan mata. Memancing kejengahan Amanda yang langsung muncul. "Buruan kali neng, Ah. Pake gerak-gerak mata segala." "Hehehe. Penasaran ya lo?" "Ya iyalah. Kalau nggak,,mana mau gue ngabisin uang ratusan ribu buat silverquenn satu kilo lo itu. Buruan!!" Angel tertawa terbahak-bahak. "Lo tahu? Gue lakuin apa ke pak dokter?" "Apa?" "Muaachh muaachh.." Angel hanya menirukan gaya seseorang berciuman dan tak lupa dengan suaranya yang ikut berbunyi. Amanda terkejut tak percaya. Gadis itu langsung membekap mulutnya dan melototkan mata. "Ya Tuhan, lo serius Ngel?" "Hhmmm.." jawab Angel dengan anggukan kepala. "Lo nggak becanda kan?" "Nggak. Seriusan gue. Ya ampun Manda, gue aja masih ngerasain bibir lembut Mike di sini." seru Angel sambil menyentuh bibirnya. "Kyaaaaa! Lo gila! Gila..." "Siapa yang gila?" kedua gadis itu dikejutkan dengan suara Ine yang muncul dari luar. Wanita itu membawa beberapa cemilan sehat untuk kedua anaknya. "Eh mama. Angel ma yang gila. Masa lagi Diare mintanya coklat. Hehehe." ucap Amanda mencoba menahan euforia nya. "Eh? Beneran Angel?" Angel mengangguk. "Iya tante. Suka banget soalnya." "Tapi kan kamu diare sayang.." "Ia nih ma, sarap ni bocah..." Sialan Manda. Kesempatan ngumpatin gue ni bocah. "Kan makannya nggak sekarang tante..heheheh." "Ya udah, jangan banyak-banyak aja ya. Ini tante bawain cemilan sehat buat kalian. Singkong rebus dengan taburan kelapa parut di tambah sedikit gula." "Uwaaah, mama baik banget." "Tante tahu aja kesukaan Angel kalau ke sini..hehehe." "Iya dong, anak-anak mama kan paling suka sama ini. Rasanya juga aduhai enak kan?" Kedua gadis itu serentak mengangguk. Bahkan Angel sudah menyuapi satu potong ke dalam mulutnya. "Enak tante..hehehe.." Ine tersenyum hangat, "ya udah. Makan yang banyak ya." "Siap tante.." "Oya Manda, mama mau ke rumah Oma sama Papa ya. Kamu di rumah kan?" "Dirumah kok ma.." "Ya udah, mama berangkat dulu. Papa udah nungguin di bawah. Nanti pangeran mama itu ngambek lagi.." "Cieeeee pangeran...Suiitt suuiitt.." goda Angel membuat Ine sedikit merona malu dan keluar dari kamar anaknya. "Tante Ine bisa juga. Lo nya kapan? Minta laki lo nikahin buruan.." "Eh gila ni cewek. Kelamaan menjomblo dan baru dapat cem ceman ya begini nih." "Sialan lo!" "Udah ah, lanjutin lagi cerita lo.." Amanda mencomot satu potong ubi rebus di atas piring dan memasukkan ke dalam mulutnya sambil menunggu kelanjutan dari Angel. "Awalnya sih bukan dokter Mike yang periksa gue. cuma pas gue mau baring buat di periksa, dianya muncul. Ternyata hari ini dia yang praktek, cuma mobilnya bermasalah, jadi agak telat. Untung gue nongolnya jam segitu, coba lebih cepat. Nggak bakalan ketemu gue nya." "Hahaha, Allah baik sama lo nyet. Makanya Sholat lo. Jangan ada maunya aja lo sholat." ledek Amanda yang membuat Angel langsung mengumpatinya. "Gue sholat kali kampret. Walaupun sering bolongnya. Tapi yang penting gue sholat." "Iya. Sholat lo udah macam makan ubi rebus mak gue ni. Kadang lakuin kadang nggak." "Mau dengerin cerita gue lagi nggak nih? Ceramah aja buk ustazah." sungut Angel kesal. Angel memang termasuk gadis yang bebas tanpa penjagaan. Walaupun keluarga Iqbal termasuk yang taat agama, entah kenapa Angel tak bisa seperti itu juga. Gadis itu masih malas untuk ibadah yang satu itu. Sepertinya Setan terlalu banyak di dalam tubuhnya. Ckckckkc. "Setelah gue diperiksa, nekatnya gue pegang tangan tu dokter dan minta dia jadi pacar gue. Eh di tolak. Ya gue nekat aja nyium dia. Hehehe.." ujar Angel dengan santainya. Berbeda dengan Angel, reaksi Amanda justru diluar dugaan. Gadis itu begitu sangat dan sangat takjub dengan kelakuan Angel. Bagaimana mungkin Angel main sosor gitu aja. Apalagi pengalaman Angel dengan cowok bisa dikatakan minim, bahkan minus. Adanya sama Iqbal terus. Tapi sekarang? Waaww, sungguh diluar dugaan. Sepertinya Angel tak bisa dikatakan tak berpengalaman. "Lo serius jomblo dari lahir?" satu kalimat tanya itu keluar dari mulut Amanda. "Ya iyalah. Gue nggak pernah pacaran kali dari kecil. Dari orok malahan." "Trus kenapa lo bisa segila itu Angel?" Tatapan tajam Angel langsung menghunus Amanda. "Lo lupa siapa yang kasih hukuman taruhan itu ke gue? Lo kira-kira aja gue mau relain mobil Iqbal buat lo.!" geram Angel. Amanda yang tersadar kalau semua itu adalah idenya, hanya bisa tersenyum kikuk. "Iya deh iya.. Trus gimana kelanjutannya?" tanya Amanda lagi dengan wajah yang masih penasaran. "Kelanjutan apa? Gue kabur, sudah." "Hah? Gitu doang?" Angel mengangguk. Sementara Amanda yang sedang semangat-semangatnya, langsung loyo. "Nggak asik banget sih endingnya.. " "Sabar kali buk. Ini baru permulaan.." Angel tak mau ambil pusing dengan keluhan Amanda. Yang jelas satu jalannya sudah terbuka untuk mendekati Mike. Siapa tahu nanti bisa lanjut ke jenjang berikutnya. Lumayan, udah tampan, dokter lagi. Kaya raya pula.. Tak ada yang tahu kedepannya seperti apa. Yang jelas Angel sudah memulai.. **********
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN