“Habis makan kita langsung berangkat semua ya Dadd, kita mampir beli mainan tradisional untuk anak-anak abang Hujan. Dari situ kita nanti sekalian makan siang di rumah makan ikan bakar yang mancing dulu atau bisa juga kita serok seperti yang biasa kita lakukan itu. Dari makan siang baru antar semuanya ke bandara. Bagaimana?” usul Kayshilla. “Kamu sudah reservasi tempat makannya?” tanya Badai. “Daddy lupa kalau aku itu punya Imam? Dulu mungkin aku bisa memutuskan semuanya sendiri. Sekarang aku tanya Imamku dulu, kalau Imamku menyetujui aku baru pesan. Aku tidak mau memutuskan semua hal seperti ini sendirian. Aku harus menurut Imamku,” ucap Kayshilla yakin. “Memang sulit buatku berubah, Daddy tahulah aku terlalu mandiri. Tapi aku berupaya berubah dan walau baru hari ketiga kita menikah, t

