"Lun!" panggil Arya. Bocah berseragam SMA itu melompati beranda lalu masuk ke dalam kamar tetangganya yang berantakan. Di tengah-tengah ruangan seorang wanita dengan berat badan kurang lebih sembilan puluh kilogram terbaring di lantai dengan mata tertutup. Anak kurus itu menggoyang-goyangan tubuh cewek tambun itu dengan kakinya. "Lun, jam berapa nih, kamu nggak sekolah?" tegur Arya. Cewek itu hanya menggeliat lalu mengubah posisinya dari tidur miring jadi terlentang. Arya berjongkok lalu mengguncang bahu Luna. "Ayo bangun, Ndut!" ujar Arya, tetapi cewek itu tak bergeming. Arya memonyongkan bibirnya. "Ayo bangun, kalau nggak, aku cium kamu!" ancam Arya. Luna tak bergerak. Cewek itu malah ngorok makin keras. Arya mengembuskan napas. Dia menunduk lalu menempelkan bibirnya pada bibir Lu

