Setelah kepergian Arkan, Melody tidak lagi berusaha menahan tangisnya. Dia membiarkan saja wajahnya basah oleh air mata. Dalam keremangan kamar rawat inap ini, dia meluapkan segala kesedihannya. Kesedihan yang muncul karena akhirnya perasaan kehilangan yang selama ini coba ditepisnya seolah sedang tertawa penuh kemenangan di atas penderitaannya. Kenapa semua baru terasa saat semuanya tak lagi sama. Pekik Melody dalam hatinya. Terlambat. Itu yang kini menjadi alasan terbesarnya merasa bersedih malam ini. Melody terlambat menyadari kalau laki-laki yang tidak pernah coba dia izinkan masuk ke dalam hatinya, ternyata justru menjadi penyebab dia merasakan kehilangan malam ini. Ketika kesadarannya memaksa supaya untuk mengejar laki-laki itu, hati kecilnya berkata jangan. Bagi Melody, Arkan ad

