25. Perpisahan Yang Indah

2081 Kata

Melody mulai mempersiapkan segala hal yang dibutuhkannya selama di Jogya. Menghubungi orang-orang ataupun pihak yang akan bekerja sama dengannya nanti. Saat Melody merapikan lemari pakaiannya selembar foto polaroid jatuh tepat di atas punggung kakinya. Foto Levi ketika masih bayi. Laju pikiran Melody menyeretnya ke masa-masa baru melahirkan anak laki-laki itu.  “Anak kita laki-laki, Melo,” bisik Arkan ketika Melody membuka mata.“Mau kamu kasih nama siapa?” tanya Arkan lembut.  “Terserah kamu aja,” jawab Melody tak acuh.  “Kalau Levi kamu suka?”  Melody mengangguk lemah. Rasa sakit mulai menjalar di sekujur tubuh membuatnya kesulitan berpikir sekadar memberikan nama yang indah untuk anaknya. Jangankan untuk memikirkan hal sesederhana memberi nama, membalik badannya ke posisi miring saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN