Maurin berjalan tergesa sambil masuk ke ruangan Arkan. “Tadi saya dapat telepon dari Pak Firdaus. Katanya beliau mau melakukan pertemuan jam satu siang nanti. Mintanya di luar kantor, di kafe juga boleh asal yang nggak terlalu jauh dari kantornya,” ujar Maurin setelah berada di depan meja kerja Arkan. “Kamu atur ya, Rin. Saya lagi sibuk ini,” jawab Arkan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor komputer. “Aku tahu tempat yang paling tepat. Bisa buat ngopi-ngopi santai juga,” cetus Maurin setelah mendapatkan ide untuk tempat bertemu dengan klien. “Terserah kamu sajalah.” “Baik, Pak. Nanti aku share lokasi dan nama tempatnya ya.” “Kamu lagi ada kerjaan nggak?” tanya Arkan menghentikan aktivitasnya. “Udah selesai, sih, Pak. Kenapa?” “Nanti ikut saya saja ketemu sama Pak

