Melody masih terlelap saat Arkan kembali ke kamar. Arkan menarik salah satu kursi lalu mendudukinya di samping ranjang tempat Melody sedang berbaring. Tak banyak hal yang dilakukan oleh Arkan. Dia hanya memandangi wajah Melody yang masih terlihat cantik meski sedang tertidur. Wanita itu belum tahu kalau mantan suaminya sedang berada di sini untuk menemaninya. Arkan meraih tangan Melody lalu menyatukan jemari mereka. Ada sensasi aneh yang menjalar di hatinya. Perasaan hangat dan juga kecewa yang melebur menjadi satu. Arkan mengepalkan tangan yang otomatis membuatnya jadi meremas jemari Melody yang masih berada dalam genggamannya. Rasa sakit karena dikhianati itu masih begitu terasa. Sebesar apa pun cintanya pada Melody tidak mampu membuatnya mengobati luka yang telah ditorehkan oleh manta

