Hari masih terlalu pagi saat Melody dipaksa terjaga dari tidur lelapnya oleh suara dering ponsel yang cukup memekakkan telinga. Bukan suara alarm melainkan ada panggilan telepon masuk ke ponselnya. Masih dengan suara parau dan tidak melihat nama kontak yang sudah tidak sabar ingin berbicara dengannya, Melody menerima panggilan tersebut. “Hallo?” sapa Melody malas dan mata berat menahan kantuk. “Ibu, ini Mbok Hartik. Saya waktunya bersihin rumah lama bapak dan ibu hari ini. Trus ada Pak Arkan tiduran depan pintu pagar ini, Bu,” ujar Mbok Hartik panik. Seketika Melody tersadar sepenuhnya. Dia bangkit dari tidurnya lalu duduk di tepian ranjang. Dengan kesadaran yang sudah kembali sepenuhnya, Melody memastikan kondisi Arkan pada Mbok Hartik. “Trus sekarang Mbok sama Arkan di mana?” “S

