Hari demi hari dilalui Valeri dengan aktivitas yang sama. Bangun tidur, senam ibu hamil, memasak, menonton film, tidur siang, merajut baju mungil untuk anaknya dan Nayna, tidak lupa jadwal minum susunya. Tidak ada yang menarik selama ini, Valeri juga tidak pernah bosan melakukan aktivitasnya. Kini dia sendirian di dalam apartemen yang dibelikan Nayna dan Chiko di Mexico. Mereka bergantian menjaga Valeria, sedangkan Chiko dan Nayna datang sebulan sekali untuk mengecek bahwa Valeri dan kandungannya dalam keadaan yang baik-baik saja. Nayna selalu mengingatkan bahwa Valeri harus menjaga kandungannya, setidaknya untuk menebus dosanya. Valeri hanya diam menanggapi peringatan-peringatan kakaknya itu. Hidupnya sudah kelam, Valeri sudah tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Bisakah dia tetap h

