Dinginnya angin malam tidak mencegah mereka untuk pergi dari sana, di pantai perbatasan yang menjadi salah satu panorama indah Bandung. Keheningan menyelimuti di antara mereka berdua. Ya Valeri dan juga Erick berdiri di tepi pantai. Suara deburan ombak dan suara gesekan daun kelapa yang mengisi keheningan di antara mereka. Valeri menghembuskan napasnya kesekian kali, matanya terpejam dan kini Valeri memantapkan hatinya untuk membuka semua rahasia yang sudah dia tutup rapat hanya untuk dia dan juga beberapa orang yang mengetahuinya, Sandra, Rio, dan Andra. "Erick," panggil Valeri menoleh ke arah Erick. Erick memandang Valeri, melihat wajah Valeri saat ini Erick tau jika Valeri tidak baik-baik saja. "Ello, dia memang putra Arkana," ucap Valeri membuat Erick mendesah. Apa yang dipikir

