Hujan tiba-tiba turun, mengguyur kota Bandung dengan derasnya. Di bawah langit gelap, ada wanita yang tengah bermain hujan. Wanita itu mengadahkan wajahnya ke langit. Menikmati titik demi titik air yang menetesi wajahnya. Air hujan itu bercampur dengan air mata yang Valeri keluarkan. Inilah caranya untuk meluapkan semua beban dalam hidupnya, dengan bermain hujan agar tidak ada satu orangpun yang tahu bahwa kini dia sedang menangis. Menangisi rasa bersalah dan menyesalnya yang seakan tidak ada ujungnya. Sudah satu minggu sejak insiden itu, Valeri berusaha mendekati kembali Ello. Setidaknya agar dia dan Ello bisa seakrab dulu, meski hanya sebatas tante dan keponakan. Entah sampai kapan Valeri akan berada dalam hidupnya yang kelam tanpa cahaya. Sudah cukup Valeri berusaha tegar, sudah c

