Dua bulan kemudian … Juhand menangis sesenggukan disebuah lorong rumah sakit, lorong ini sepi dan lorong yang mau menuju atap rumah sakit. Juhand menangis dan tidak ada yang tahu jika sejak saat ia menandatangani surat pencabutan alat medis, ia di sini dan menangisi segalanya. Juhand merasa bersalah pada putrinya. Air matanya luruh seketika, ketika ia dengan berani menandatangani surat persetujuan. Ben setuju dengannya. Ben juga ikut tanda tangan sebagai suami dan pasangan hidupnya. Ben bukan ingin menyelesaikan masalah ini, namun ia kasihan kepada Shela harus hidup lebih lama dengan penyakit seperti itu, apalagi apa yang dokter lakukan saat ini hanya menunjang kehidupannya dengan alat. Itu hanya akan membuat Shela menderita lebih lama. Dokter juga tidak bisa memberikan harapan lagi kepad

