Black Card

2156 Kata

Plak! Plak! Tamparan yang berulang-ulang mendarat ke pipi Julion, meninggalkan bekas luka dan warna kemerahan dipipinya, Julion merasakan luka yang benar-benar perih, bukan hanya pipinya yang merasakan perih, melainkan juga hatinya, sudut bibirnya terlihat lebam. Ia sedang menerima hukuman dari sang Ayah yang kini duduk dikursi roda, sedangkan Julion berlutut dihadapan sang Ayah. “Honey, hentikan,” lirih Catherine yang tak tega melihat putranya menerima tamparan itu. Catherine menggenggam kuat lengan suaminya, dengan genggaman itu Catherine hanya ingin suaminya menghentikan tamparan itu, kasihan Julion. Ia tak tega melihatnya. “Berdiri, Julion,” lirih Catherine. “Tetap duduk di situ,” perintah Lucas. “Honey,” lirih Catherine. “Kamu jangan ikut campur, ini urusanku dengan Julion.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN